Tampilkan postingan dengan label BeritaTerbaru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BeritaTerbaru. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 April 2018

Klasemen MotoGP 2018 Usai GP Austin


Berita   Marc Marquez melakukan selebrasi kemenangan di Grand Prix Austin dengan membawa bendera mendiang Nicky Hayden, yang identik dengan nomor 69, Minggu (23/4/2018). Ini sebagai bentuk penghormatan kepada mantan juara dunia MotoGP yang meninggal dunia usai mengalami

kecelakaan di Italia pada tahun lalu.Klasemen MotoGP 2018 Usai GP Austin Circuit of The
Americas (CoTA) selalu menjadi pertanda bagus buat karier Marquez di ajang MotoGP 2018. Setelah meredup di dua balapan sebelumnya, pembalap tim Repsol Honda itu sukses meraih kemenangan perdananya di musim ini.

Podium pertama di Grand Prix Austin menjadi yang keenam kalinya secara beruntun. Total, dia telah mengoleksi 10 kemenangan di Amerika sejak memulai kariernya sebagai pembalap profesional pada 2008 lalu.

Hasil positif ini mendongkel posisinya ke urutan kedua klasemen sementara MotoGP dengan raihan 45 poin. Dia hanya tertinggal satu angka dari Andrea Dovizioso, yang pada balapan seri ketiga tahun ini menempati posisi kelima.



Share:

Cuaca Jadi Alasan Rossi Gagal Raih Podium





Berita   Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, Valentino Rossi akan mengalami kesulitan mengarungi lintasan Circuit of the Americas (COTA) yang menjadi tuan rumah seri ketiga MotoGP 2018. Selain soal lintasan yang sulit dijinakan, Rossi juga beralasan cuaca kurang mendukung penampilan.

Pada lomba yang berlangsung Senin (23/4/2018) dinihari, podium pertama diraih Marc Marquez. Tempat kedua dan ketiga direbut Maverick Vinales dan Andrea Iannone.

Usai lomba, Rossi mengungkapkan hasil ini tidaklah terburuk meski tak sesuai harapan. "Ini adalah akhir pekan yang baik karena kami selalu berada di lima besar. Tapi, dalam lomba saya sudah berjuang dengan kuat untuk meraih podium," ucapnya dilansir Motogp.

Rossi menyadari perlawanan yang diberikan para pembalap lainnya memang begitu kuat. "Marquez dan Vinales sedikit lebih kuat. Dan Iannone juga ternyata lebih kuat dari saya."

Selain itu, cuaca menurut Rossi juga mempengaruhi penampilan di lintasan. "Pada Jumat dan Sabtu temperatur cukup dingin. Hari ini temperaturnya lebih tinggi dan ban depan sedikit lebih menderita," tandas Rossi

Dengan masuk finis di posisi keempat, Rossi kini ada di peringkat ketujuh klasemen sementara. Dari tiga seri, pembalap Yamaha itu baru mengoleksi 29.
Share:

Bisa Kembali Taklukkan COTA, Vinales Umbar Senyuman


Berita   Maverick ViNales tak bisa menyembunyikan kegembiraannya bisa kembali naik podium di Circuits of The America (COTA). Setelah 2014, inilah kali pertama Vinales meraih posisi terhormat.

Dalam lomba yang berlangsung, Senin (23/4/2018), pembalap Yamaha itu memang tidak bisa menyodok ke posisi pertama setelah kalah bersaing dengan Marc Maruez. Namun, ia bersyukur mampu menduduki posisi kedua di atas Andrea Iannone. (Baca juga : Juara di Austin, Marquez Tandai Kemenangan Pertama di MotoGP 2018)

"Kami datang kembali. Jujur akhir pekan ini kami menikmatinya. Bahkan meski kami tidak berada di tingkat maksimal, kami masih merasa cukup kuat. Kami tahu kami meningkatkan hal-hal yang cukup baik dari Argentina dan memiliki cara untuk meningkatkan performa," ungkap rekan setim Valentino Rossi itu dikutip Crash. (Baca juga : Cuaca Jadi Alasan Rossi Gagal Raih Podium)

Vinales mengaku sudah bisa memahami bagaimana karakteristik Yamaha di musim ini. "Saya benar-benar bahagia. Hari ini saya pikir ini adalah hasil maksimal yang bisa kami peroleh. Saya senang dan tidak sabar untuk tampil di Jerez."

Sepanjang kariernya, Vinales memang selalu kesulitan menaklukkan COTA. Ketika berpindah ke MotoGP pada 2015, Vinales belum sekali pun bisa naik podium. Adapun prestasinya di 2014
diperolehnya ketika masih tampil di Moto2.


Share:

Minggu, 22 April 2018

Dominasi Marc Marquez Berlanjut ke Latihan Bebas Keempat




Berita  Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, mencatat waktu terbaik di sesi latihan bebas keempat MotoGP Austin 2018. Meski terbaik, catatan waktu yang dia peroleh tidak lebih baik dari sebelumnya.

Pada sesi latihan bebas keempat di Circuit of The Americas (COTA), Minggu (22/4/2018) dini hari WIB, Marquez menjadi pembalap terbaik dengan torehan waktu 2 menit 04.686 detik. Padahal, di sesi ketiga Marquez mengukir waktu 2 menit 04.608 detik.

Di sesi keempat itu, yang merupakan sesi terakhir sebelum kualifikasi, pembalap kedua yang mencatat waktu terbaik adalah Maverick Vinales. Rekan satu tim Valentino Rossi itu mencapai waktu 2 menit 04.738 detik atau terpaut 0.052 di belakang Marquez.

Valentino Rossi sendiri di posisi ketiga. Mengendarai Yamaha YZR-M1, The Doctor tertinggal +0.437 di belakang Marc Marquez.

Hasil Latihan Bebas Keempat Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 2m 04.686s Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 2m 04.738s +0.052s Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha (YZR-M1) 2m 05.123s +0.437s Andrea Iannone ITA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 05.331s +0.645s Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 2m 05.605s +0.919s Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP18) 2m 05.628s +0.942s Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP17) 2m 05.830s +1.144s Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 05.882s +1.196s Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 2m 05.885s +1.199s Danilo Petrucci ITA Pramac Ducati (GP18) 2m 06.125s +1.439s Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 2m 06.265s +1.579s Franco Morbidelli ITA EG 0,0 Marc VDS (RC213V)* 2m 06.375s +1.689s Bradley Smith GBR Red Bull KTM Factory (RC16) 2m 06.409s +1.723s Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V)* 2m 06.493s +1.807s Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2m 06.505s +1.819s Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 2m 06.524s +1.838s Hafizh Syahrin MAL Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1)* 2m 06.586s +1.900s Alvaro Bautista ESP Angel Nieto Team (GP17) 2m 06.649s +1.963s Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (GP18) 2m 06.705s +2.019s Scott Redding GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2m 06.725s +2.039s Tito Rabat ESP Reale Avintia (GP17) 2m 06.855s +2.169s Thomas Luthi SWI EG 0,0 Marc VDS (RC213V)* 2m 06.988s +2.302s Xavier Simeon ESP Reale Avintia (GP16)* 2m 07.327s +2.641s Karel Abraham CZE Angel Nieto Team (GP16) 2m 07.836s +3.150s
Share:

Seru! Seri Pembuka Honda Dream Cup 2018 di Bandung




Berita. Seri pembuka Honda Dream Cup (HDC) 2018 berlangsung meriah. Sebanyak 156 starter dari 96 pembalap meramaikan lomba yang mempertandingkan 7 kelas di Sirkuit Brigif, Cimahi, Bandung, Minggu (22/4/2018).

. Tujuh kelas yang dilombakan meliputi Sonic 150R/Supra GTR150 Tune Up Seeded, Sonic 150R/Supra GTR150 Tune Up Pemula, Sonic 150R/Supra GTR150 Standard Pemula-U16, Sonic 150R/Supra GTR150 Standard Pemula Terbuka, Honda CBR150R Standard Seeded, Honda CBR150R Standard Pemula dan Sonic 150R/Supra GTR150 Standard Pemula-U12.

. Tak pelak, ajang balap yang diinisiasi PT Astra Honda Motor (AHM) bekerja sama dengan PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda di Jawa Barat, sukses menyedot perhatian masyarakat Kota Kembang.

. Melalui tema 'Satu Hati Raih Impian', HDC hadir sebagai ajang balap berstandar nasional yang digelar secara konsisten setiap tahunnya. Menurut General Manager Motorcycle Sales, Marketing, dan Logistic DAM, Lerri Gunawan, ajang balap HDC telah memasuki gelaran ke-14. Ajang ini merupakan wadah bagi para generasi muda khususnya pecinta balap di tanah air untuk mengembangkan bakat mereka di olahraga balap motor.

. "Kami kembali dipercaya untuk menjadi penyelenggara di seri pembuka HDC yang ditujukan untuk mencari bibit muda berbakat Indonesia di ajang balap motor," kata Lerri Gunawan.

. Pada tahun ini, DAM membina dua tim balap diantaranya Honda Daya Jayadi Racing Team, dan Honda Daya Golden Racing Team. Mereka akan mengikuti berbagai ajang balapan seperti Kejurnas MotoPrix, Indospeed Race Series (IRS), dan HDC.

. "Mereka akan berkompetisi diatas lintasan sepanjang 1,3 kilometer dengan lebar rata-rata 10 meter serta terdiri dari 7 tikungan ke kiri dan 2 tikungan ke kanan yang akan menjadi tempat pengembangan dan pengetesan ketangguhan sepeda motor Honda bagi para pebalap dan tim yang akan bertarung di seri perdana HDC 2018 ini," ujar Lerri.


Share:

Sabtu, 21 April 2018

Marquez Beberkan Penyebab Tergelincir di FP2




Berita Marc Marquez dan Andrea Iannone bergantian menguasai jalannya sesi latihan bebas pertama dan kedua di Circuit of The Americas (CoTA), Jumat (20/4) waktu setempat. Hasil ini dianggap masih belum cukup untuk mendapatkan perasaan yang baik pada tunggangannya.

Pada FP1 tampil cukup agresif sepanjang sesi kali ini. Pembalap Repsol Honda itu menjadi yang tercepat setelah mencetak 2m 05.530 detik atau unggul dari Valentino Rossi dengan 0.396 detik.

Tren positif itu terus berlanjut di FP2. Memasuki 20 menit terakhir, Marquez mencoba untuk menggeber motor RC213V, namun petaka datang ketika memasuki tikungan ke-11. Juara dunia MotoGP musim lalu itu tergelincir setelah motornya menghantam tonjolan yang ada di sirkuit.

Alhasil, Marquez harus puas menyerahkan FP2 kepada Iannone setelah pembalap tim Suzuki itu tampil sebagai yang tercepat 2 menit 04.599 detik. "Ada banyak gundukan. Kami mencoba set-up yang berbeda dan saya mengerem lebih awal dari lap sebelumnya, tapi saya sedikit lebih dalam. Kemudian saya menghantam benjolan dan kehilangan depan. Anda harus benar-benar tepat dan sangat hati-hati, karena tonjolan kecil, mengunci depan, dan itu cukup berbahaya untuk balapan. Tapi lebih baik sekarang daripada hari Minggu," kata Marquez pasca menjalani sesi latihan bebas di hari pertama.

FP1 Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 2m 05.530s [Lap 16/17] 340km/h (Top Speed) Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha (YZR-M1) 2m 05.926s +0.396s [15/16] Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 2m 06.257s +0.727s [18/19] Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (GP18) 2m 06.480s +0.950s [14/15] Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 2m 06.539s +1.009s [14/16] Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP18) 2m 06.734s +1.204s [15/16] Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V)* 2m 07.010s +1.480s [15/17] Andrea Iannone ITA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 07.093s +1.563s [11/15] Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 2m 07.124s +1.594s [12/13] Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 07.211s +1.681s [15/17] Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2m 07.431s +1.901s [15/15] Scott Redding GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2m 07.459s +1.929s [13/14] Danilo Petrucci ITA Pramac Ducati (GP18) 2m 07.523s +1.993s [14/14] Tito Rabat ESP Reale Avintia (GP17) 2m 07.662s +2.132s [19/20] Alvaro Bautista ESP Angel Nieto Team (GP17) 2m 07.874s +2.344s [15/16] Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 2m 07.948s +2.418s [14/14] Bradley Smith GBR Red Bull KTM Factory (RC16) 2m 08.161s +2.631s [14/16] Thomas Luthi SWI EG 0,0 Marc VDS (RC213V)* 2m 08.234s +2.704s [13/16] Franco Morbidelli ITA EG 0,0 Marc VDS (RC213V)* 2m 08.372s +2.842s [14/15] Hafizh Syahrin MAL Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1)* 2m 08.819s +3.289s [16/16] Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 2m 09.111s +3.581s [12/15] Karel Abraham CZE Angel Nieto Team (GP16) 2m 09.327s +3.797s [15/15] Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP17) 2m 09.708s +4.178s [8/13] Xavier Simeon ESP Reale Avintia (GP16)* 2m 10.426s +4.896s [16/16]

FP2 7 Andrea Iannone ITA Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 04.599s [Lap 16/16] 1 Marc Marquez ESP Repsol Honda (RC213V) 2m 04.655s +0.056s [15/17] Maverick Viñales ESP Movistar Yamaha (YZR-M1) 2m 04.863s +0.264s [16/16] Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha (YZR-M1) 2m 04.958s +0.359s [15/17] Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 2m 05.088s +0.489s [13/15] Alex Rins ESP Suzuki Ecstar (GSX-RR) 2m 05.452s +0.853s [16/17] Jorge Lorenzo ESP Ducati Team (GP18) 2m 05.487s +0.888s [16/16] Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (GP18) 2m 05.647s +1.048s [15/15] Aleix Espargaro ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2m 05.739s +1.140s [13/14] Dani Pedrosa ESP Repsol Honda (RC213V) 2m 05.761s +1.162s [15/16] Danilo Petrucci ITA Pramac Ducati (GP18) 2m 05.889s +1.290s [15/16] Tito Rabat ESP Reale Avintia (GP17) 2m 05.910s +1.311s [15/15] Johann Zarco FRA Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1) 2m 05.933s +1.334s [15/16] Jack Miller AUS Pramac Ducati (GP17) 2m 06.016s +1.417s [14/16] Scott Redding GBR Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 2m 06.078s +1.479s [12/13] Hafizh Syahrin MAL Monster Yamaha Tech3 (YZR-M1)* 2m 06.219s +1.620s [13/14] Takaaki Nakagami JPN LCR Honda (RC213V)* 2m 06.397s +1.798s [17/18] Karel Abraham CZE Angel Nieto Team (GP16) 2m 06.555s +1.956s [13/16] Thomas Luthi SWI EG 0,0 Marc VDS (RC213V)* 2m 06.625s +2.026s [9/16] Franco Morbidelli ITA EG 0,0 Marc VDS (RC213V)* 2m 06.640s +2.041s [15/15] Alvaro Bautista ESP Angel Nieto Team (GP17) 2m 06.683s +2.084s [15/18] Bradley Smith GBR Red Bull KTM Factory (RC16) 2m 07.033s +2.434s [13/15] Pol Espargaro ESP Red Bull KTM Factory (RC16) 2m 07.136s +2.537s [10/11] Xavier Simeon ESP Reale Avintia (GP16)* 2m 08.021s +3.422s [12/16]
Share:

Randy Mamola Resmi Dilantik Jadi Legenda MotoGP




Berita Randy Mamola resmi bergabung dalam daftar legenda MotoGP. Pelantikan itu berlangsung di Circuit of The Americas (CoTA).

Mamola adalah legenda pertama yang tidak memenangkan kejuaraan dunia. Dia akan bergabung dengan sederet nama yang sudah lebih dulu menerima stempel sebagai legenda.

Mereka adalah Roberts Jr, Giacomo Agostini, Mick Doohan, Geoff Duke, Wayne Gardner, Mike Hailwood, Daijiro Kato, Eddie Lawson, Anton Mang, Angel Nieto, dan Wayne Rainey.

"Ini pertama kalinya kami menominasikan seseorang yang bukan juara dunia dan ini karena selama karier dan dia telah menciptakan legenda yang sah. Perilaku Randy Mamola selama kejuaraan dan bekerja untuk Riders for Health dan Two Wheels for Life membuatnya menjadi legenda nyata dan

kami merasa terhormat untuk melantik dia di sini di Amerika di depan begitu banyak legenda Amerika di sini," kata CEO Dorna Carmelo Ezpeleta seperti dikutip dari Crash, Sabtu (21/4/2018).

Selama prosesi pelantikan legenda, Mamola mengaku tidak ingin menangis karena peristiwa itu bisa menjadi bahan olok-olokkan Kenny Robert, yang menjadi musuh bebuyutannya selama menjadi pembalap profesional.

"Saya tidak ingin menangis karena Kenny akan memberi saya omong kosong! Ini adalah kehormatan besar untuk dihargai bagi olahraga ini."
Share:

Preview MotoGP Austin 2018: Marc Marquez di Atas Angin




Berita Sejak pertama kali menggelar balapan MotoGP pada 2012, Circuit of The Americas (COTA) selalu dimenangkan Marc Marquez. Akankah dominasi pembalap Repsol Honda itu berlanjut musim ini?

Balapan GP Austin di COTA akan berlangsung Senin (23/4/2018) dini hari WIB. Sebelum balapan berlangsung, semua rider akan melakoni sesi latihan bebas pertama, Sabtu (21/4/2018) dini hari WIB.

Pada balapan akhir pekan ini, rider Valentino Rossi bermaksud memutus dominasi Marquez di lintasan COTA. Mampukah Rossi memutus dominasi tersebut? Manarik untuk kita simak beberapa fakta di Sirkuit COTA.


Share:

Kamis, 19 April 2018

Marquez Enggak Dendam dengan Rossi




Berita    Marc Marquez dan Valentino Rossi dilaporkan tidak hadir dalam acara konferensi pers jelang sesi latihan pertama di Circuit of The Americas (CoTA), Kamis (19/4) malam waktu setempat. Kedua pembalap itu lebih memilih untuk tetap berada di hotel dan melakukan wawancara dengan segelintir media di tempat penginapan.

Tentunya ini bukan cara yang tepat untuk menyelesaikan konflik yang terjadi pada Marquez dan Rossi pasca insiden senggolan di Argentina. Tetapi bagaimana pun kedua juara dunia itu harus hadir saat diundang Komisi Keselamatan yang rencananya pertemuan itu akan dilangsungkan pada hari ini, Jumat (20/4/2018).

Dalam wawancara terpisah, Marquez berkata kepada awak media jika dirinya tidak dendam dengan Rossi, meskipun The Baby Alien disebut sebagai pembalap yang merusak olahraga balap motor. Pembalap Repsol Honda itu pun mengklaim bakal berbicara dengan The Doctor selama pertemuan dengan Komisi Keselamatan.

"Saya tidak dendam pada Valentino, saya siap berbicara dengannya. Mungkin kami akan melihat satu sama lain di Komisi Keamanan, tetapi akan ada banyak hal yang perlu dibicarakan," kata Marquez seperti dikutip dari GPOne.

Selama lebih dari sepekan banyak yang menyudutkan Marquez pasca insiden yang terjadi di Argentina. Namun juara dunia MotoGP musim lalu itu bersikeras bahwa dia tidak akan mengubah gaya balapnya dan akan menerima konsekuensi atas apa yang terjadi di Sirkuit Termas de Rio Hondo.

"Saya suka menganalisis semuanya. Ini adalah situasi baru bagi saya, saya melakukan beberapa hal dengan baik dan buruk. Di penghujung hari kami adalah pembalap, kami menunggangi motor di batas kecepatan, dan dapat melakukan kesalahan. Akhir pekan di Argentina sulit khususnya dalam perlombaan, dan banyak hal yang terjadi. Saya seorang pembalap dan seseorang yang ingin belajar dari setiap situasi, termasuk kesalahan yang saya lakukan. Saya pikir banyak yang bisa dijadikan sebagai pembelajaran dari apa yang terjadi di Argentina sebagai bekal di masa depan," ungkap Marquez.


Share:

Rivalitas Rossi vs Marquez Beda dengan Prost dan Senna




Berita    Konflik yang terjadi antara Valentino Rossi dan Marc Marquez seperti mengingatkan pertempuran Alain Prost dan Ayrton Senna di Formula 1. Rivalitas kedua pembalap jet darat itu selalu dikenang penikmat F1 di seluruh dunia.

Persaingan Senna dan Prost setidaknya berhasil mendongkrak popularitas ajang Formula 1 lantaran keduanya saling bergantian untuk memenangi seri grand prix. Awal mula persaingan itu terjadi saat mendiang Senna bergabung dengan McLaren pada 1988
.
Senna maupun Prost silih berganti mengisi podium pertama atau kedua dari setiap seri grand prix. Pada debutnya bersama tim McLaren, Senna mencetak delapan kali kemenangan, dan tiga kali merebut podium kedua.

Sedangkan Prost berdiri di podium pertama sebanyak tujuh kali, dengan tujuh kali lainnya di podium kedua. Singkat kata, Rossi menolak anggapan yang menyebut konflik dengan Marquez mirip dengan persaingan yang terjadi antara Prost dan Senna (Formula 1).

Menurutnya, dua mantan pembalap jet darat itu dikenang sebagai salah satu pembalap yang mampu menampilkan persaingan dalam perburuan gelar juara. Sebaliknya, perseteruan Rossi dan Marquez di MotoGP lebih banyak menghadirkan cerita minor lantaran keduanya saling melukai satu sama lain.

"Inilah letak perbedaannya, karena Senna dan Prost berjuang untuk meraih gelar. Di antara mereka pasti akan memenangkan balapan," kata Rossi seperti dikutip dari Cyclenews, Jumat (20/4/2018).
Rossi dan Marquez dilaporkan tidak hadir dalam acara konferensi pers jelang balapan di Grand Prix Austin. Dua juara dunia ini sepertinya lebih memilih untuk menahan diri daripada terjadi keributan saat memberikan keterangan di depan awak media.

Rossi maupun Marquez pun diketahui lebih memilih untuk mengundang wartawan melakukan wawancara di hotel. Dalam kesempatan itu, The Doctor mengaku sedang mencoba mengubur peristiwa yang terjadi di Argentina.

"Lebih baik untuk melihat ke depan. Saya pikir penting untuk kembali ke lintasan dengan mengendarai motor, mencoba mendapatkan hasil maksimal, dan bekerja dengan tim. Saya sangat senang berada di sini, karena trek ini selalu memberikan tantanga yang sangat sulit. Jadi Anda memiliki banyak pekerjaan," ungkap Rossi.


Share:

Johann Zarco Bertekad Taklukkan COTA



Berita    Johann Zarco bertekad menaklukkkan Circuit of the Americas (COTA). Ini bukan sekadar janji. Pasalnya pembalap Monster Yamaha Tech 3 punya tengah dalam performa terbaiknya.

Dari dua seri MotoGP 2018 yang sudah dimainkan, pembalap asal Prancis tersebut mampu meruntuhkan pembalap tim pabrikan. Di Argentina, Zarco memang baru mampu finis di posisi ke delapan.

Namun di Qatar, Zarco berhasil naik podium di peringkat kedua. Tak ayal atas prestasinya itu, Zarco diganjar posisi ketiga klasemen dengan 28 poin.

Penampilan Zarco di lintasan sepanjang 19km tersebut sebenarnya tidak terlalu buruk. Musim lalu ia berhasil meraih posisi kelima.

Namun, perlu dicatat ketika ia masih menjadi tampil di Moto2 dua kali Zarco naik podium di posisi kedua dan ketiga. Semua itu terjadi di musim 2015 dan 2016.

"COTA adalah trek yang sangat bagus. Meski secara fisik harus lebih kuat tampil di sana. Lintasannya mempunyai 20 tikungan dan itu tidak mudah mengendarai motor dengan kecepatan tinggi," kata Zarco dikutip Road Racing World, Kamis (19/4/2018).

"Tapi setelah naik podium di Argentina, saya senang dan berharap bisa kembali mengulanginya di Austin. Saya berharap latihan nanti sampai lomba semuanya berjalan sesuai rencana."

Zarco juga berambisi untuk menjadi yang terbaik di Austin. "Mengapa kami tidak berpikir soal kemenangan pertama? Saya pun memimpikannya dan ingin mewujudkan impian tersebut semaksimal mungkin."
Share:

Senin, 16 April 2018

Marquez Diminta Jangan Ciptakan Posisi Pembalap dalam Bahaya




Berita Marc Marquez harus ditempatkan dalam masa percobaan untuk mengendarai balapan MotoGP setelah peristiwa yang terjadi di Grand Prix Argentina. Hal ini sebagaimana diungkapkan Kevin Schwantz.

"Marc telah dihukum karena apa yang dia lakukan. Tapi saya pikir dia harus dalam masa percobaan untuk sisa balap MotoGP tahun ini," kata Schwantz seperti dikutip dari Autosport, Senin (16/4/2018).

Schwantz menerangkan akar dari kontroversi yang terjadi lantaran Marquez tidak memulai balapan dari pitlane setelah mesin motornya mati sebelum balapan berlangsung. Mantan juara dunia 500cc pada 1993 itu heran mengapa pembalap Repsol Honda tidak didiskualifikasi.

Lebih lanjut, Schwantz menekankan MotoGP harus memikirkan kembali praktik pemberian hukuman seperti itu jika ada pembalap yang mengalami nasib serupa seperti yang dialami Marquez. "Mungkin Anda tidak perlu diberi kesempatan untuk berada di lintasan setelah Anda mendapatkan penalti itu," tambah Schwantz.

"Anda tidak bisa begitu saja menabrak orang lain dan kemudian berkata, 'Oh, maaf, saya membuat kesalahan'. Kita semua tahu itu tidak benar. Setiap orang terkadang membuat kesalahan dalam situasi kritis, tetapi dia seharusnya tidak terus menciptakan situasi kritisnya sendiri di mana kesalahannya kemudian memiliki konsekuensi yang membuat pengendara lain berada dalam bahaya," tukas Schwantz.
Share:

Insiden di Tikungan: Verstappen Akui Kesalahan Tabrak Sebastian Vettel




Berita   Pembalap Red Bull Max Verstappen mengaku bersalah melakukan manuver yang menyebabkan tunggangannya menabrak Sebastian Vettel (Ferrari) dalam lomba GP China 2018 di Shanghai International Circuit, Minggu (15/4/2018). Akibat tabrakan tersebut, Vettel finis di peringkat 8.

Verstappen dan Sebastian Vettel terlibat tabrakan dramatis di tikungan pada lap ke-43. Vettel yang berada di posisi ketiga tetapi dibayangi Verstappen tepat di ekornya.

Verstappen mengira memiliki cukup ruang untuk menyalip Vettel. Namun, pembalap Belanda berusia 20 tahun itu tak cukup ruang untuk menyusul pembalap asal Jerman itu, dan tunggangannya menyentuh mobil Vettel yang menyebabkan mobil kedua pembalap berputar.

Akibatnya, Vettel yang start pada posisi terdepan akhirnya finis di peringkat 8 setelah tertinggal 35.286 detik dari sang juara Daniel Ricciardo (Red Bull) yang mencatat waktu tercepat 1 jam 35 menit 36.380 detik. Sedangkan Verstappen yang finis di urutan keempat, harus menerima turun ke peringkat 5 setelah mendapat penalti 10 detik.

Verstappen mengakui kesalahannya karena menabrak mobil Vettel. "Saya mencoba mengerem di tikungan dan mengunci bagian belakang, tapi tetap menabraknya. Tentu saja itu kesalahan saya, tapi bukan apa yang saya inginkan," kata Verstappen.

"Itu bukan kejadian yang Anda inginkan. Seharusnya saya menunggu. Dan itu mungkin ide terbaik, tapi sayangnya insiden itu terjadi."

Sementara Vettel tak mempersalahkan insiden tersebut. "Sejatinya dia tidak muda lagi. Tapi, ini memang bisa terjadi meski Anda telah melakukan 300 kali balapan. Di mobil, keputusan sangat sulit diambil," kata Vettel kepada Sky F1.

"Tetapi pada akhirnya Anda harus memikirkan hal-hal ini dan pastikan Anda tidak tabrakan. Kami berdua beruntung."


Share:

Galang Hendra Sukses Raih Posisi Start Ke-11




Berita   Pembalap Yamaha Indonesia yang bernaung di tim Biblion Yamaha MotoX Racing Team, Galang Hendra Pratama sukses meraih posisi start ke-11 dalam sesi kualifikasi Superpole 2 gelaran Wold Supersport 300 (WSSP300) yang berlangsung di Sirkuit Aragon, Spanyol (14 April 2018).

Peserta superpole 2 diambil 12 starter dari total 40 rider yang terlibat, Galang salah satunya pembalap Yamaha yang masuk ke Superpole 2. Petarung usia 19 tahun asal Yogyakarta yang mengendarai pacuan Yamaha YZF-R3 ini mengukir waktu 2 menit 10,208 detik.

Galang Hendra yang notabene tergabung dengan 4 pembalap Yamaha R3 bLU cRU Chalengge merupakan yang tercepat diantara mereka. Patut dicatat pula, bahwa torehan waktu Galang Hendra terbukti lebih cepat 0,642 detik dari saat latihan bebas 1 (FP1).

Sehubungan cuaca saat Superpole berlangsung dalam kondisi kering namun udara lebih dingin dari kemarin dengan suhu 11 derajat celcius.

"Superpole 2 berlangsung sangat ketat, semua pembalap punya kans. Saya langsung full throttle sejak lap awal dan lebih cermat mendapatkan momen yang tepat untuk slipstream. Saya sangat bersyukur bisa berada di posisi 11 untuk hasil Superpole 2 ini. Mohon doa dan dukungannya agar meraih hasil yang terbaik, untuk Merah Putih Semakin Di Depan," ujar Galang Hendra Pratama.

Share:

Ungguli Bottas, Ricciardo Juara di GP China





Berita Pembalap Aston Martin Red Bull Daniel Ricciardo menjadi yang terbaik di Formula 1 (F1) GP China 2018, Minggu (15/4/2018). Start dari grid keenam di Shanghai International Circuit, pembalap asal Australia itu finis tercepat dan mengalahkan pembalap Mercedes Valtteri Bottas di posisi kedua dan Kimi Raikonen (Ferarri).

Ricciardo mencatat waktu 1 jam 35metit 36.380 detik dalam 56 lap. Mantan pembalap Toro Rosso itu unggul 8.894 detik atas Valtteri Bottas yang mencatat 1 jam 35 menit, 36.380 detik, dan Raikkonen yang tertinggal 9.637 detik dari Ricciardo.

Juara bertahan Lewis Hamilton (Mercedes) finis di urutan kelima tetapi naik ke urutan keempat setelah penalti 10 detik diterapkan pada Max Verstappen (Red Bull) karena menyebabkan tabrakan dengan Sebastian Vettel (Ferrari). Vettel yang start pada posisi terdepan akhirnya finis di peringkat 8 setelah tertinggal 35.286 detik dari Ricciardo.

Kemenangan Ricciardo cukup mengejutkan karena dalam latihan bebas ketiga (FP3), tunggangannya sempat terbakar di bagian belakang. Bahkan, Ricciardo sempat pesimitis bisa ambil bagian dalam lomba karena kru Red Bull harus memasang mesin baru tepat waktu. Ricciardo harus keluar lintasan pada FP3 di Shanghai International Circuit, Sabtu (14/4/2018). Ricciardo dipaksa untuk parkir di Turn 15 di GP China dengan hanya melahap empat lap.

Share:

Jumat, 13 April 2018

Balas Tawaran Lewat Medsos, Joshua Pertanyakan Keseriusan Wilder




Berita   Petinju Inggris, Anthony Joshua sepertinya sedikit kesal dengan kubu Deontay Wilder. Pasalnya, tawaran yang dilayangkan promotornya, Eddie Hearn bukannya dibalas secara profesional, namun justru diumbar di media sosial.

Joshua, yang merupakan juara tinju dunia kelas berat IBF/WBA Super/IBO/WBO, menginginkan bagian 50:50 apabila klaim dari kubu juara WBC, Wilder terkait nilai pertarungan penyatuan gelar mereka yang bernilai hingga USD100 juta benar adanya.

Hearn sendiri di awal pekan ini telah melayangkan tawaran senilai USD12,5 juta kepada Wilder. Namun, pihak The Bronze Bomber tampak sangat tidak setuju dengan tawaran Hearn tersebut.
Nilai yang ditawarkan Hearn dinilai terlalu rendah, karena Wilder dan timnya yakin jika kontes pertarungan mereka bisa menghasilkan USD100 juta. Dan mereka menghendaki bagian yang lebih besar 60:40.

"Mereka tidak membuat penawaran seperti itu, tetapi mereka membicarakannya, jadi itu tidak nyata. Kami menawarkan mereka kesepakatan yang menguntungkan dan kami hanya menunggu untuk mendengar apakah dia serius atau tidak," ungkap Joshua di Sky Sports.

Joshua menuding Wilder dan timnya gemar mengumbar segalanya di media sosial, bukan membalas atau mengirim email secara profesional ke pihaknya. "Saya tidak mengerti dari mana mereka berasal, namun, ada banyak kelas berat di luar sana yang serius," sambungnya.

Akan tetapi, bagaimanapun, Joshua sangat berkeinginan duel melawan Wiler harus terjadi. "Tidak ada banyak duel di divisi kelas berat dalam sejarah yang belum pernah terjadi saat Anda berbicara tentang tingkat kejuaraan," kata Joshua.

"Dalam hal sejarah, saya pikir pertarungan ini harus terjadi karena itu tidak akan menjadi hebat untuk era tinju ini jika itu tidak terjadi," pungkasnya.


Share:

Broner Bertekad Menjadi Petinju yang Sama Sekali Berbeda




Berita   Mantan juara tinju dunia di empat kelas berbeda, Adrien Broner akan kembali melakukan pertarungan pada bulan ini. Pemilik julukan The Problem itu akan berlaga melawan mantan juara dunia, Jessie Vargas di Brooklyn, Amerika Serikat pada 22 April 2018.

Jelang menempuh pertempuran tersebut, Broner mengungkapkan bahwa dia harus mengubah kariernya. Di samping itu, dia juga memperingatkan The Pride of Las Vegas agar waspada, karena pergantian pelatih memberinya cukup banyak perubahan.

Bentrokan dengan Vargas menjadi penampilan pertama Broner di bawah bimbingan Kevin Cunningham. Kendati demikian, Broner mencoba untuk meyakinkan publik tinju akan menyaksikan pendekatan yang berbeda kali ini.

"Saya merasa sudah waktunya untuk berubah. Saya mendengar orang berkata, 'Anda berharap untuk berubah tetapi Anda tidak pernah, itulah mengapa Anda berakhir di tempat yang sama berulang-ulang'," ujar Broner, seperti mengutip dari Bad Left Hook.

"Jadi, saya harus mengubah sesuatu untuk mendapatkan hasil yang berbeda. Itulah mengapa saya harus melangkah keluar dari kotak dan melakukannya," lanjut petinju berusia 28 tahun.

Broner mengakui jika dirinya harus mengubah banyak hal. "Saya harus menambah repertoar saya karena saya mendapatkan semua yang bisa saya lakukan dari apa yang saya lakukan tapi saya terus mempersingkat pertarungan yang seharusnya saya menangkan. Jadi, sudah waktunya untuk berubah," jelasnya.

Secara terbuka, Broner juga mengatakan bahwa dia sudah mengenal pelatih Cunningham sejak lama. Menurutnya, Cunningham adalah pelatih yang sesungguhnya. "Dia akan membuatku tetap bersemangat. Saya membutuhkan itu," imbuhnya.

Broner dalam penampilan terakhirnya Juli tahun lalu, menderita kekalahan angka mutlak ketika menantang bintang tinju tak terkalahkan, Mikey Garcia di Barclays Center, Brooklyn. Kekalahan dari Garcia disebut-sebut sebagai perpecahannya dengan pelatih sebelumnya, Mike Stafford.


Share:

Kubu Deontay Wilder Segera Kirim Tawaran Balik ke Joshua




Berita   Awal pekan ini, Deontay Wilder dan timnya mendapatkan tawaran resmi dari promotor Anthony Joshua, Eddie Hearn untuk kemungkinan pertarungan penyatuan gelar tinju dunia kelas berat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hearn mengirimkan tawaran sebesar USD12,5 juta untuk mega duel kelas berat antara juara IBF/WBA Super/IBO/WBO, Joshua versus juara WBC, Wilder. Namun, tawaran itu sempat diolok-olok oleh tim Wilder.

Tim Wilder pun rencananya akan membuat tawaran balik kepada Joshua dalam waktu 48 jam ke depan. Tawaran balik yang akan dikirimkan oleh tim Wilder ini berpotensi untuk menimbulkan keraguan jika Joshua tidak menerima kesepakatan yang direvisi.

Tim Wilder juga memperkirakan bahwa nilai pertarungan mereka bisa mencapai USD100 juta. Akan tetapi, apabila memang nilainya sebesar itu, Joshua meminta pembagian secara adil 50:50.

"Itu bagus, karena dia menawari kami 12,5. Dia pikir kami hanya 12,5 persen dari itu?" ungkap salah satu manajer Wilder, Shelly Finkel kepada Sky Sports.

Dari tawaran balik yang dikirim kubu Wilder, kabarnya terdapat klausa pertandingan ulang dan mengisyaratkan pembagian sekitar 40 persen ke Wilder. "Ini akan menjadi hari ini atau paling lambat besok (Sabtu WIB). Jika dia menginginkan pertarungan, itu akan terjadi," tegas Finkel.

"Saya akan menawarkan sesuatu yang memberinya jaminan dan kenaikan. Kami sedang mengerjakan bagaimana menyusunnya. Kami percaya itu minimal 60 (persen untuk Joshua), mungkin lebih dekat ke seratus, tapi siapa yang tahu?" paparnya.

Finkel pun berharap dalam pembagian tersebut, Joshua jangan terlalu menilai dirinya dengan sangat tinggi, sementara menilai rendah sang calon lawan.

"Saya pikir dunia akan melihat tawaran balik dan berkata, 'Jika dia menginginkan pertarungan, ini harus terjadi'," pungkasnya.
Share:

Kamis, 12 April 2018

Vettel Sebut Gelar Juara Dunia F1 seperti Omong Kosong



Berita  Sebastian Vettel selalu ditanya tentang peluang memenangkan gelar juara dunia setelah memenangkan dua seri pembuka Formula 1 2018. Pembalap Ferrari menjawab pertanyaan tersebut dengan tegas.

Vettel memang tampil cemerlang dengan memenangkan balapan pembuka di GP Australia 2018. Performa terbaiknya berlanjut ke podiun tertinggi pada balapan malam di GP Bahrain 2018.

"Omong kosong untuk bicara gelar juara dunia sepagi ini. Baru dua balapan musim ini. Kami memang mencapai performa mobil yang baik, tapi terlalu dini bicara gelar juara dunia,"

"Jelas ada banyak pekerjaan besar menanti kami di depan mata. Kami perlu memastikan bahwa kami mampu bersaing dengan tim-tim kuat di sisa musim yang masih panjang ini," lanjutnya.

Vettel juga mewaspadai kebangkitan Mercedes di GP China di Shanghai. Race akan berlangsung akhir pekan ini, Minggu (15/4/2018).


Share:

Tak Kapok, Marquez Tetap Pertahankan Gaya Membalap




Berita  Insiden di GP Argentina ternyata tak menyurutkan mental Marc Marquez. Malah, pembalap Honda itu tak kapok dan akan tetap mempertahankan gaya membalapnya.

Seperti sama-sama diketahui, Marquez menjadi pusat kontroversi menyusul aksinya yang dianggap membahayakan Valentino Rossi di Termas de Rio Hondo. Akibatnya Si Bayi Alien terkena hukuman penalti.

Kepada media saat menghadiri sebuah acara di Sao Paulo, Brasil, seperti dikutip Motorsport, Jumat (13/4/2018), Marquez mengaku tidak menyesal dengan tindakannya itu.

Ia pun mengaku tak akan mengubah cara membalapnya di seri beriku. "Tidak. Sebab saya merasa seperti itu. Saya harus melakukan comeback 100%. Saya tidak akan melakukan apapun yang berbeda. Saat start, (mesin) motor saya mati, tapi itu bukan salah saya. Semuanya dimulai dari sana,” tandas Marquez.

“Dan soal insiden, itu terjadi pada banyak pembalap. Dalam balapan itu terjadi pada (Johann) Zarco dan (Dani) Pedrosa di tikungan 13. Dani kemudian cedera, dan tidak ada yang dihukum. Hal penting bagi manusia dan setiap pembalap adalah bisa belajar, serta tahu kapan Anda melakukan kesalahan. Saya membuat kesalahan, tetapi saya dihukum atas apa yang terjadi.

“Kami adalah pembalap, dan hal-hal ini terjadi. Adik saya, misalnya, ia dipaksa keluar dari lintasan saat balapan. Ini balapan dan hal-hal (seperti) ini terjadi. Setiap pembalap memiliki masalah selama kariernya. Setiap pembalap harus meminta maaf,” paparnya.

Pada balapan Minggu (8/4) lalu, Marquez tidak tanggung-tanggung dikenai tiga hukuman. Pertama, ride-through penalty karena telah menyebabkan start tertunda. Kedua, penalti turun satu posisi usai menyenggol Aleix Espargaro. Dan yang ketiga merupakan penalti 30 detik terhadap insiden dengan Rossi.

“Saya banyak belajar, tapi lebih tentang balapan. Anda harus memberikan 100%, namun juga harus memahami bagaimana (kondisi) trek pada saat itu,” ucapnya.

“Karena dalam kondisi lain, untuk menyalip lebih mudah dari itu. Segalanya adalah pengalaman,” pungkasnya.
Share:

Sample Text

Copyright © FansClub | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com